Selasa, 28 Juni 2011

ANTHROPOLOGY(CITRA DIRI MANUSIA)




SIS 208-3 SKS



(ANTHROPOLOGY &HAMARTIOLOGY)
Suatu studi tentang Manusia & Dosa menurut sudut pandang Alkitabiah


PENDAHULUAN
Penjelasan Umum :
Perkembangan Ilmu Pengetahuan Sekuler khususnya di bidang Biologi, kadang-kadang mengemukakan teori yang bertentangan dengan Alkitab. Sebagai contoh teori-teori penciptaan dari Darwin, Rekayasa Cloning, dan lain-lain. Anthropologi memberikan keterangan Alkitabiah yang lengkap tentang asal-usul manusia, hakekatnya, dan rencana Allah baginya.
Kadang-kadang kita bertanya dari mana asal dosa, mengapa manusia pertama jatuh ke dalam dosa, apakah definisi dari pada dosa itu? Harmatiology adalah ilmu uraian tentang dosa, faktanya, pembatasan istilah-istilah, dan teori-teori yang keliru serta bagaimana dosa masuk kepada manusia.
Ada perbedaan Ilmu Pengetahuan tentang manusia yang sekuler (Scientific Anthropology) dan Anthropology Theologia. Anthropology Theologia mempelajari manusia dalam hubungan dengan Allah. Sedangkan yang sekuler berhubungan dengan organisme psiko dan pisik dan sejarah sifat manusia yang dikembangkan Psychology, Sosiology, dan sejarah turunan bangsa-bangsa. Perbedaan hanya pada topik, bukan pada metode penyelidikan.
Anthropology Theologia akan mengetengahkan “Siapakah Manusia itu” menurut penciptanya dan menurut Alkitab. Sebagai contoh dibahas manusia adalah makhluk ciptaan, makhluk bermoral, makhluk yang punya kasih, dan makhluk yang terdiri dari Tubuh, Jiwa, dan Roh.
TUJUAN INSTRUKSIONAL
Setelah mempelajari mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mencapai target-target sebagai berikut :
  1. Memiliki pengetahuan Alkitabiah mengenai hakekat manusia, asal-usul manusia dan elemen-elemen manusia; tubuh, jiwa dan roh. Dengan pengetahuan ini, manusia dapat menyembah, berhubungan dengan Allah penciptanya secara normal dan dikehendaki oleh Allah.
  2. Menguasai dan memahami asal-usul dosa, teori-teori yang keliru mengenai dosa, definisi Alkitabiah dan bagaimana dosa mempengaruhi manusia, mempelajari akibat-akibat dosa. Dengan ini manusia dapat menyadari betapa dahsyatnya dosa itu dan akibat-akibatnya bagi tubuh, jiwa, dan roh, serta menyerahkan hidupnya kepada Allah menjadi hamba kebenaran dan bukan hamba dosa.
  3. Selain memperkaya pengetahuan Alkitabiah/Theologia mengenai pokok-pokok study ini diharapkan mahasiswa akan sanggup menyalurkan/mengajarkannya kepada orang lain dalam kursus-kursus, seminar-seminar, dan kotbah-kotbah dalam gereja.
  4. Dapat melanjutkan penelitian study lanjutan lebih mendalam dalam bidang ini.

MATERI PEMBAHASAN

  1. Anthropology
    1. Definisi Alkitabiah
    2. Teori Asal-Usul Manusia
      1. Teori Evolusi Atheistik
      2. Teori Evolusi Theistik
      3. Teori Kreasi Theistik
    1. Siapakah Manusia itu?
    2. Tubuh, Jiwa dan Roh
  1. Fungsi Tubuh, Jiwa dan Roh
  2. Hubungan dengan Konseling
    1. Rencana Allah bagi Manusia
    2. Citra Diri Manusia

  1. Harmatiology
1. Definisi Alkitabiah
2. Fakta-fakta tentang dosa
3. Teori-teori yang keliru tentang dosa
4. Ajaran-ajaran sesat tentang dosa
5. Teori-teori Kristen tentang dosa
6. Asal-usul dosa
7. Percobaan manusia
8. Kejatuhan manusia dan efeknya
9. Hukum dosa

TUGAS-TUGAS (ASSIGNMENT)
  1. Menyusun Paper, diketik 2 spasi, minimum 8 halaman dengan judul (pilih satu):
  1. Asal-usul Manusia
  2. Tubuh, Jiwa dan Roh
  3. Dosa dan Akibatnya
  4. Konseling Alkitabiah
  5. Citra Diri Manusia; berharga dimata Allah

  1. Membuat ringkasan dalam bentuk laporan. Ringkasan dan buku-buku pegangan yang ditentukan. Dalam laporan dicantumkan :
Nama buku, Pengarang, Garis-garis besar dan jumlah halaman yang dibaca.
Buku buku yang dianjurkan:
    1. Dasar Yang Teguh karangan Wesley Brill (Kalam Hidup)
    2. Theologia Dasar Karangan Charles Ryrie ( Penerbit Andi)
    3. Theologia Sistimatika Karangan Henry Thiesen ( Gandum Mas)
    4. Sistematika Theologia Karangan Louis Berkhoft(Momentum)
    5. Pentecostal Theology Karangan Van Cleave ( LIFE)
    6. Bible Doctrines Karangan Lewis Chaffer ( Zondervan)

  1. Mempelajari dengan seksama materi pokok yang diberikan, bandingkan dengan buku-buku pegangan dan sesudah itu jawab Study Question yang tersedia, jawab dengan jujur. Tidak melihat Diktat. Nanti setelah selesai menjawab, jawaban Anda dicocokkan dengan materi pokok. Kalau score Anda di atas 80%, Anda boleh maju ke pelajaran berikut, namun kalau masih di bawah 80%, diminta mempelajari ulang materi tersebut.

UNIT I
ASAL USUL MANUSIA

Pendahuluan
Manusia adalah Mahkota Ciptaan Allah, ia berbeda dengan Tumbuhan (hanya memiliki tubuh) berbeda dengan binatang (mempunyai tubuh dan jiwa) dan berbeda dengan Malaekat (yang hanya memiliki Roh semata). Selain itu hanya manusia yang diciptakan menurut rupa dan gambar Allah.
Dari pihak Atheisme, Filsafat dan Humanisme mencoba menyelewengkan fakta bahwa Allah-lah pencipta langit dan bumi termasuk manusia, dan mengganti dengan teori-teori lain seperti teori Evolusi Darwin.
Modul ini akan menjelaskan secara detil pandangan Alkitab mengenai manusia. Sekaligus menangkal teori-teori sampah yang dibuat manusia yang mencoba menandingi berdasarkan penemuan-penemuan yang mentakjubkan dalam bidang Biogenetika.
Tak dapat disangkal kemajuan pesat di bidang teknologi. Rekayasa gen telah membawa angin segar dalam bidang pencarian bibit unggul, inseminasi buatan dan “cloning”. Namun hal ini tidak dapat dilakukan oleh para pakar bagi manusia. Bisa dilakukan pada tumbuhan dan binatang. Dan tak akan bisa manusia dapat membuat “Fotokopi” manusia lewat teknologi karena manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan Roh.

Tujuan Instruksional Umum :
        • Mengerti dan memahami asal usul manusia secara Alkitabiah, dan mengenal teori-teori keliru serta memahami rencana Allah bagi manusia.

Tujuan Instruksional Khusus:
    1. Mendefinisikan Anthropology.
    2. Menjelaskan 3 teori asal-usul manusia.
    3. Menerangkan 5 hal siapakah manusia itu menurut Alkitab.
    4. Menyebutkan 6 citra diri manusia yang sebenarnya.
    5. Menuliskan dan menerangkan 4 maksud Allah menciptakan manusia.

Kegiatan Belalar
    1. Oleh karena pelajaran ini berhubungan dengan kebenaran ilahi maka diharapkan sebelum memulai kegiatan belajar didahului dengan doa dan pujian penyembahan.
    2. Bacalah dengan seksama materi pokok (uraian dan contoh) dengan sensitif terhadap iluminasi Roh. Jangan lupa menggaris-bawahi atau memakai stabilo hal-hal yang penting. Membaca ayat-ayat Alkitab yang ada dalam referensi materi pokok.
    3. Bandingkan dengan buku-buku kepustakaan anjuran
  1. Dasar yang teguh - Wesley Brill
  2. Theologia Dasar - Charles Ryrie
  3. Theologia Sistimatika - Henry Thiessen
    1. Mengisi Test Formatif yang disediakan pada lembaran kerja.

URAIAN DAN CONTOH

      1. Asal Usul Manusia
Doktrin tentang manusia disebut juga “Anthropology”. Kata ini berasal dari kata Yunani; “Anthropos”, berarti: manusia dan “Logos”, artinya: pikiran atau uraian. Suatu pertanyaan yang sangat penting adalah mengenai asal usul manusia. Manusia selalu ingin mengetahui dari mana asalnya dan kemana dia akan pergi. Untuk itu, perlulah kita mengetahuinya.
Tiga teori yang membicarakan mengenai hal ini ;
    1. Evolusi Atheistik
Pandangan ini berpendapat bahwa “semua kehidupan yang ada sekarang berasal dan kehidupan yang tingkatnya lebih rendah”. Teori evolusi mengatakan bahwa perkembangan dari binatang bersel satu berubah bentuk menjadi ikan, binatang-binatang, monyet, dan akhirnya menjadi manusia. Hal ini hanya sebuah teori belaka. Tidak ada bukti yang kuat dan tepat, sebab “Missing Link” dan tingkat peralihan tidak pernah ditemukan. Teori evolusi ini didasarkan atas dugaan belaka. Teori ini berdasarkan “Yang bertahan adalah yang kuat”, namun tidak memperhitungkan asal mula datangnya makhluk yang pertama. Mereka gagal memperhitungkan asal mula datangnya makhluk yang pertama. Mereka gagal memperhitungkan asal-usulnya kehidupan, sebab mereka menolak Allah sebagai sumber dari segala yang hidup.
    1. Evolusi Theistik
Teori ini berpendapat hampir sama dengan teori yang diatas. Meskipun begitu ada perbedaan sedikit, yaitu bahwa makhluk yang rendah diciptakan oleh Allah. Kebenaran ini hanya sebagian, yaitu bahwa Allah hanya menciptakan sebagian dari alam semesta. Pandangan ini juga salah, sebab Allah menciptakan tiap-tiap jenis ciptaan. Bukan evolusi dan mereka. Semua jenis binatang, diciptakan untuk berkembang biak. Bukan untuk merubah bentuk menjadi bentuk yang lain. Seekor kuda hanya dapat memperanakkan kuda kecil dan kuda tak pernah memperanakkan seekor monyet. Demikian juga, monyet tidak dapat memperanakkan seorang bayi manusia.
    1. Kreasi Theistik
Pandangan ini memegang fakta Alkitabiah bahwa Allah adalah sumber kehidupan, asal usul, dan pemeliharaan seluruh bentuk kehidupan. Allah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya (Kej. 1:1). Allah ciptakan segala malaekat, ikan laut, burung di udara, singa di hutan, dan manusia sebagai makhluk yang termulia dari seluruh ciptaan Allah (Kej 1). Manusia adalah ciptaan Allah secara langsung. Manusia merupakan ciptaan Allah yang berbeda dengan makhluk ciptaan yang lain. Manusia adalah “Master Piece” ciptaan Allah.

      1. Siapakah Manusia Itu?
Pemazmur memandang kemuliaan langit, sehingga menimbulkan pertanyaan, “Siapakah manusia itu?” (Mzm 8:4; Ayub 7:17-18).
  1. Manusia adalah makhluk ciptaan (Kej 1:26-27; Ayub 33:4; Why 4:11; Yes 45:12).
Allah berfirman, “Baiklah Kita menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Kita”. Ada dua kata yang berbeda pemakaiannya. Kata itu adalah “menciptakan” dan “menjadikan”. Kata menciptakan (Ibrani: Bara) berarti membuat dari yang tidak ada menjadi ada. Kata menjadikan/membuat (Ibr: asa) artinya membentuk dan apa yang tadinya sudah ada.
Contoh: bejana yang dibuat dari tanah liat. Seorang membentuk tanah liat itu sedemikian rupa supaya kelihatan bagus
Allah menciptakan manusia lengkap, yaitu terdini dan tubuh, jiwa, dan roh (Kej 2:7; Zak 12:1).
  1. Manusia adalah makhluk yang bergantung kepada Pencipa.
Manusia mempunyai keberadaan yang diciptakan. Sebab itu ia selalu merupakan makhluk yang tidak bebas. Ia tidak ada dengan sendirinya. Nafasnya bergantung kepada Allah pencipta dan di dalam Dia, ia dapat hidup dan bergerak (Kis 17 :23-3 1)

  1. Manusia adalah makhluk yang Cerdas
Manusia mempunyai Intelek, Imajinasi, Pengertian, dan Kesanggupan untuk mengungkapkan pikirannya dalam bahasa. Ini berbeda dengan binatang, yang hanya mempunyai Instinct saja (Kej 2:15; Yes 1:8; Roma 1:21; Kej 11:6; 8:21)
  1. Manusia adalah makhluk yang bermoral
Manusia diciptakan untuk dapat memiliki “kehendak bebas”, sehingga ia dapat memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik. Manusia bukan diciptakan seperti robot atau mesin yang tanpa kehendak bebas. Allah merindukan ciptaanNya untuk menanggapi dengan bebas (Yoh 7:17; Ibr 3:7). Allah menempatkan suara hati bagi manusia sebagai kepekaan moral. (Suara hati (Co-Science) berarti:
Pengetahuan diri yang berhubungan dengan yang baik dan yang salah”. Suara hati ini tidak aktif sebelum manusia jatuh ke dalam dosa. Waktu manusia berdosa, hati nurani ini mulai bekerja dan pikirannya mulai menuduh.
Manusia mempunyai kekuatan moral; pikiran, kepekaan, kehendak, dan hati nurani. Pikiran memberikan kesanggupan kepada manusia untuk dapat membedakan tentang yang baik dan jahat. Kepekaan mempertimbangkan dan kehendak untuk memutuskan. Hati nuranilah yang memperingatkan Hukum Moral Allah bagi manusia (strong).
Akan tetapi, setelah manusia berdosa, hati nurani tidaklah menjadi standart moral yang sempurna. “Satu-satunya standart yang benar adalah Firman Allah yang diterangi oleh Roh Kudus” (Yoh 8:9; Ibr 9:14). Roh Kuduslah yang mencocokkan suara hati dengan Firman Allah (Rm 9:1).
  1. Manusia adalah makhluk yang memiliki kasih
Kita datang pada hal yang paling penting bagi Allah yang telah menciptakan kita. Allah adalah Kasih adanya. Kasih itu bukan harus punya obyek, tetapi juga harus dapat menyalurkan (I Yoh 4:16, 19). Alam semesta serta seluruh kemuliaan-Nya tak dapat memberikan respons terhadap kasih Allah. Manusialah yang dapat. Ia diciptakan oleh kasih untuk kasih dan untuk mengasihi. Tanpa kasih hati nurani manusia kosong dan hampa.

      1. Rencana Allah Bagi Manusia
Allah mempunyai alasan untuk segala sesuatu yang Ia telah kerjakan. Dia bergerak dengan rencana yang tertentu. Segala sesuatu telah direncanakan-Nya sebelumnya. Alkitab membicarakan ini dengan jelas.
  • Yesaya 14:26 : Allah mempunyai rencana bagi setiap bangsa.
  • Yesaya 46:11 : Allah akan menggenapkan rencana-Nya.
  • Roma 8:28 : Allah bekerja sama dengan kita untuk menggenapkan rencana-Nya.
  • II Timotius 1:9 : Maksud Allah telah dibuat sebelum penciptaan-Kristus.
  • Efesus 1:9-11 : Nasib kita telah ditentukan sebelumnya.
  • Efesus 3:9-11 : Rencana Allah yang kekal berpusat pada Gereja.

  1. Hubungan
Maksud Allah menciptakan manusia adalah supaya Allah dapat berhubungan (relationship) melalui komunikasi. Allah Bapa mau sebuah keluarga yang besar dan saling mengenal secara pribadi. Sepanjang Alkitab, Allah merindukan satu persekutuan dan hubungan dengan manusia. Dosalah yang menyebabkan hubungan antara Allah dan manusia terputus. Allah tetap mencari jalan untuk dapat berhubungan dengan manusia. Dalam Perjanjian Baru, hubungan dengan manusia sepenuhnya digenapi (Yoh 14:1 6-20)

  1. Karakter
Maksud Allah yang kedua adalah untuk memproduksi wujud dari karakter Allah. Allah bermaksud supaya anak-anakNya kelihatan sama dengan Dia dari dalam. Ia mau mempunyai keluarga “yang serupa dengan Dia” (Kej 1:26). Kata karakter dengan “teladan” mempunyai hubungan yang erat (Ibr 1:3). Yesus mengungkapkan teladan Allah. Kata Gerika mengenai “Gambar dan Rupa Allah” dikaitkan dengan pengertian “Karakter”. Allah menginginkan manusia untuk dapat mengambil bagian dalam sifat Ilahi-Nya (II Pet 1:4-7) menjadi serupa dengan teladan anak-Nya (Roma 8:28-29)

  1. Fungsi
Rencana Allah untuk menciptakan manusia untuk membagikan fungsi untuk memerintah alam semesta ini (Kej 1:26). Allah mau manusia untuk menaklukkan bumi ini dan menaklukkan musuh-musuhnya (Kej 1:28). Dulu, melalui Adam manusia ditaklukkan oleh setan dan penyakit. Saat ini, melalui Yesus Kristus, kuasa manusia dipulihkan kembali

  1. Reproduksi
Allah bermaksud untuk manusia supaya bertambah-tambah di dalam satu keluarga. “Penuhilah bumi”. Artinya bukan saja secara lahir, tetapi juga secara rohani (Kol 1:10; Kis 6;7)

      1. Citra Diri Manusia
Alkitab dengan jelas mengenai Citra diri Manusia sebenarnya. Jika Ia memilih hubungan yang baik dengan penciptanya. Dan ini akan diputuskan melalui Tuhan Yesus Kristus :
  1. Manusia diciptakan menurut Rencana dan Kehendak Allah.
Kej 1:26 Baiklah kita………… (merencanakan)
Roma 8:28-29
Yermia 1:8. Yesaya 43:7
  1. Manusia diciptakan oleh Allah menurut Rupa dan Gambar Allah
Kej 1:26 Diciptakan menurut Peta dan Teladan oleh Allah (Elohim) bukan menurut Teori Evolusi Darwin.
        • Memiliki keserupaan dengan Pencipta, tapi bukan keserupaan fisik namun mental dan moral.
II Pet 1:4 janji bagi umat percaya menerima “Kodrat Ilahi” (Sifat-sifat Allah)
  1. Manusia diciptakan. untuk menguasai alam semesta dan menaklukkan bumi (Kej 1:26-28)
Segala ciptaan Tuhan termasuk tumbuhan dan binatang haruslah dikuasai/ ditaklukkan oleh manusia untuk kesejahteraan manusia. Ada 3 mandat Ilahi diberikan oleh Allah kepada manusia :
  1. Mandat rohani - Kepada hamba-hamba Tuhan untuk mengatur hal-hal rohani.
  2. Mandat Budaya - Kepada Ilmuwan untuk mengembangkan Ilmu Pengetahuan.
  3. Mandat Sosial - Kepada Pemerintah untuk mengatur ketertiban dan keamanan.

  1. Manusia diciptakan untuk diberkati dan hidup berhasil
Kej 1:28 c Berkembang baik dan bertambah-tambah keberhasilan adalah kehendak Allah.
III Yohanes 2 Engkau berhasil secara materi, sehat-sehat dan selamat
Yohanes 15:6 Pergi menyalurkan buah
Mazmur 1:2-3 Apa yang diperbuatnya berhasil

  1. Manusia diciptakan dari Bahan Hina tapi Mulia (Kej 2:7)
- Zat-zat anorganik tubuh manusia hanya seharga Rp. 2000.
- Tapi zat-zat organik bisa seharga Six Million Dollar
- Kekuatan Atom 11.400.000 Kilowatt seharga 170 Milyar
- Hormon, Ensym, Hb, dan lain-lain seharga 12 Milyar
Yermia 18:1-6 => hanya sekedar tanah liat
2 Kor 3:18 > memiliki kemuhiaan yang besar

  1. Manusia diberi kemampuan dan kesukaan bekerja (Kej. 2:15)
        • Bekerja bukanlah merupakan suatu kutukan. Mungkin menjadi kutuk jika tidak melibatkan Tuhan.
        • Bukti bahwa manusia harus bekerja adalah kenyataan jantung bekerja (berdenyut: 103, 689 x setiap hari). Kita bernafas 23.040 kali setiap hari dan kita mengucapkan 5000 kata rata-rata setiap hari.
        • Ada kepuasan dalam bekerja dan menganggur adalah melawan kodrat manusia.
II Yoh 9:4 Allah bekerja sampai sekarang
I Tes.3:10 Orang yang malas tidak boleh diberi makan
Amsal 6:6 Pergilah belajar kepada semut hai orang pemalas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar